Jumat, 28 Januari 2011
oleh: Rasantika M. Seta
Jika Anda tertarik untuk tinggal di pinggir persawahan dan berjalan-jalan di pematang, di sinilah tempatnya. Suasananya sejuk, tenang, dan nyaman. Anda bisa menikmati pemandangan khas pedesaan, mulai dari pemandangan sawah berundak-undak naik dan turun, hingga pemandangan perbukitan di atas sungai Petanu.
Kamandalu Resort & Spa berdiri di atas perbukitan di atas sungai Petanu, yang menawarkan suasana damai dan menyenangkan. Lokasinya sekitar 10 menit dari pasar Ubud atau satu jam dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Menyediakan 58 vila, yang terbagi dalam tujuh tipe vila: Ubud Chalet (delapan vila), Duplex Villa (lma vila), Garden Villa (19 vila), Pool Villa (12 vila), Deluxe Pool Villa (lima vila), dan Two Bedroom Pool Villa (dua vila). Setiap vila dibangun dengan gaya khas tradisional Bali, dan dirancang dengan kamar tidur yang luas, ruang tamu, dan halaman pribadi.
Konsep dasar arsitektur resor ini dikembangkan oleh arsitek Bali. Sang arsitek menerapkan beberapa elemen khas desa di Bali. Misalnya, penggunaan angkul-angkul sebagai pintu gerbang menuju area vila, serta bentuk dan material atap. Batu dan alang-alang pun tak ketinggalan.
Resor juga dikembangkan dengan memperhatikan keberadaan lahan. Lahan resor berkontur lantaran berada di sebuah bukit di atas sungai Petanu. Beberapa kontur memiliki perbedaan tinggi yang ekstrem, sehingga dibutuhkan sejumlah anak tangga untuk menghubungkannya. Hal ini membuat setiap vila berada di ketinggian permukaan tanah yang berbeda.
Selain lingkungan yang asri, kamar pun menyuguhkan kenyamanan maksimal. Bangunannya terbuat dari kayu dan material alam lainnya. Beberapa kamar menggunakan konsep bangunan panggung karena lokasinya. Beberapa lain menapak pada permukaan tanah. Dibutuhkan rangka konstruksi beton agar bangunan kokoh berdiri.
Kombinasi konsep bangunan panggung dan bangunan yang menapak permukaan tanah itu antara lain ditemukan pada tipe Two Bedroom Pool. Di sana bangunan utamanya menggunakan konsep panggung karena perbedaan tinggi muka tanah cukup ekstrem, sekitar 3m. Akibatnya, pada bagian bawah kamar tidur utama terdapat ruang kosong. Ruang ini dimanfaatkan untuk menempatkan bale bengong, sebagai alternatif tempat santai.
Meskipun bergaya tradisional, Kamandalu juga menyajikan kemewahan penuh. Beberapa vila dilengkapi dengan kolam renang pribadi di luar, atau sebuah jacuzi. Urusan perut, tak perlu khawatir. Ada berbagai menu makanam bisa disantap, dengan lokasi beragam. Ada resto Petulu, yang menyajikan aneka macam kreasi masakan yang menggoda, dari masakan tradisional Bali sampai masakan dari Asia Tenggara dan masakan internasional.
Ada juga Cempaka Café, yang ideal untuk makan siang dalam suasana sangat santai. Memiliki pemandangan ke bawah berupa lembah dan sawah-sawah. Boleh juga Anda ke Swim-up Bar, yang menyajikan cocktail segar dan makanan kecil yang lezat. Anda boleh menikmatinya sambil berenang. Kunjungi juga Kodok Club, yang berkonsep bar. Tempat untuk bertemu teman atau sekadar menikmati cocktail dalam suasana tenang usai makan malam.
Foto: Dean Martin Saerang