Kamis, 20 Mei 2010
oleh: Benedictus Rio S. / Renovasi
Anda pasti kagum tiap kali melihat fasad rumah tampil elok di malam hari. Seperti yang Anda perhatikan, tidak terlihat rumah lampu di sana. Yang nampak adalah sorotan cahaya ke bagian-bagian tertentu dari bangunan. Membuat rumah itu tampil anggun, kalau tidak terkesan agak dramatis.
Memang, tampak depan rumah tak bisa dianggap sepele. Bagian inilah yang pertama dilihat orang. Ketika siang hari, fasad itu akan terlihat jelas keindahannya dengan pencahayaan dari matahari. Termasuk bayangan yang ikut mempercantik. Namun ketika malam, keindahan itu perlu dukungan pencahayaan buatan dengan lampu.
Penataan cahaya untuk fasad memerlukan perencanaan matang. Dari desain, pemilihan jenis lampu, penempatan, operasional, sampai cara perawatannya. Dengan demikian, pencahayaan akan membuat tampak bangunan menjadi indah sekaligus hemat listrik.
Sesuaikan dengan desain
Sebelum memulai untuk merencanakan desain untuk pencahayaan fasad, Anda perlu memahami konsep arsitektur bangunan itu terlebih dahulu. Dapatkan karakter inti dari bangunan tersebut. Prinsip dari pencahayaan bukan mengekspos pencahyaan itu, namun obyeknya, seperti dalam hal ini adalah tampak bangunan. Apa karakter utama dari bangunannya? Karakter-karakter itulah yang dieskpos.
Misalnya kalau mengacu pada tema bangunan, tema akan menentukan bentuk tata cahayanya. Tata cahaya bangunan model klasik tentu berbeda perlakuan dibanding bangunan modern. Bangunan klasik, dengan banyak pilar dan detail ornamen, biasanya akan disorot dengan lampu up-light . Beberapa bagian dibuat berpendar terang. Hal ini bertujuan untuk memberi kesan megah, kokoh, dan mewah. Sementara pada bangunan modern, terutama yang minimalis, biasanya hanya memerlukan penonjolan pada beberapa bagian dinding yang unik. Apalagi jika bangunan tersebut banyak mempunyai elemen bidang transparan.
Foto: iDEA/Dean Martin Saerang