Senin, 7 Desember 2009
oleh: Annisa Q. Aini
Selama ini, yang sering kita dengar dan kerap digembar-gemborkan, pohon adalah solusi jitu menyerap polutan, terurama karbon dioksida. Memang tepat sekali, tapi di samping itu, masih ada kemampuan lain yang dimiliki si pohon.
Kebetulan dua hari lalu, Sabtu dan Minggu, saya mengunjungi Green Fest 2009 di Parkir Timur Senayan. Ada yang ke sana juga? Kalau ada, pasti langsung tahu apa yang akan saya ceritakan kali ini. Berkeliling area festival ramah lingkungan ini, banyak informasi yang bisa didapat, yang terbagi dalam tenda-tenda. Salah satunya adalah tenda "Pohon".
Sesuai namanya, memasuki tenda ini, banyak sekali informasi tentang pohon yang bisa didapat. Salah satunya adalah betapa banyaknya manfaat pohon bagi lingkungan. Mengetahui informasi ini, seharusnya memperkuat tekad kita untuk menanam pohon.
Selain dapat menyerap banyak karbon dioksida (CO2) dan mengeluarkan oksigen (O2), pohon juga bisa menurunkan suhu udara, lho. Caranya dengan mengeluarkan uap air dari daun-daunnya. Itu sebabnya, kalau kita duduk-duduk di bawah pohon rindang, terasa adem, walaupun matahari sedang terik. Bayangkan kalau setiap trotoar, di kota-kota besar, "dipayungi" pohon-pohon rindang, pasti betah, deh , jalan kaki.
Masih ada lagi, nih . Menanam pohon berarti kita juga membantu memperbaiki kualitas air. Kok bisa? Pohon menyaring air hujan yang jatuh ke tanah. Selain itu, pohon juga menjaga keberadaan air tanah, dengan "mengikat" air hujan di dalam tanah. Dengan demikian, menghindarkan kita juga dari banjir.
Percaya gak , walaupun berlimpah air alias sering banjir, Jakarta sudah mulai terancam krisis air? Gara-gara sudah tidak banyak pohon, air hujan yang turun tidak banyak diserap tanah. Akibatnya, tidak ada persediaan air yang cukup di dalam tanah. Padahal dengan penduduk Jakarta yang demikian padat, tak perlu ditanya, kebutuhan air sangat tinggi.
Satu lagi, tanah di dataran tinggi, mutlak membutuhkan banyak pohon, untuk menjaga tanahnya tetap stabil. Kalau hutan di bukit atau dataran tinggi lainnya gundul, tinggal tunggu saja terjadi longsor. Ngeri, kan ?
Kalau gak mau ini berlangsung terus, tidak ada kata terlambat untuk memulai. Tanam pohon, paling tidak, di halaman rumah sendiri. Buat kita dan masa depan bumi kita.
Foto: www.givemetrees.org