Kemarin saya berkunjung ke rumah Maria Lioposa di Selatan Jakarta, atas ajakan seorang teman yang sedang menggarap video untuk acara Dulux Inspire
. Saat itu, kalau nggak salah, teman saya itu sedang menyelesaikan shooting video untuk Dulux Inspire edisi ke tujuh tentang rumah taman.
Ada beberapa hal menarik dari rumah yang saya kunjungi itu. Rumah dua lantai yang luas totalnya sekitar 300m2 itu berada pada lahan seluas 5.000m2. Bentuk lahannya memanjang, dan miring ke arah belakang. Rumah berdiri pada area belakang lahan. Jadi, kalau masuk dari gerbang lahan, kita mesti menyusuri jalan menurun selebar sebuah mobil sedan, sejauh kura... [ More ..]
Selama ini, yang sering kita dengar dan kerap digembar-gemborkan, pohon adalah solusi jitu menyerap polutan, terurama karbon dioksida. Memang tepat sekali, tapi di samping itu, masih ada kemampuan lain yang dimiliki si pohon.
Kebetulan dua hari lalu, Sabtu dan Minggu, saya mengunjungi Green Fest
2009 di Parkir Timur Senayan. Ada yang ke sana juga? Kalau ada, pasti langsung tahu apa yang akan saya ceritakan kali ini. Berkeliling area festival ramah lingkungan ini, banyak informasi yang bisa didapat, yang terbagi dalam tenda-tenda. Salah satunya adalah tenda "Pohon".
Sesuai namanya, memasuki tenda ini, banyak sekali informasi tentang pohon yang bisa didapat. Salah satunya adalah betapa banyaknya manfaat pohon... [ More ..]
Bahaya pestisida dapat kita tekan dengan mulai berkebun secara organik dan alami. Semakin banyak publikasi informasi hasil penemuan dan riset mengenai potensi bahan-bahan alami pengganti pestisida. Di sisi lain, peran aktif para pekebun untuk menerapkannya pada lingkungan sangat diharapkan, tidak terkecuali untuk hobiis taman skala taman rumahan.
Untuk mengatasi hama pada tanaman, pendekatan alami juga dapat dilakukan sebagai bagian dari langkah mengurangi penggunaan pestisida. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain menggunakan serangga yang menguntungkan.
Serangga disebut merugikan adalah jika kehadirannya dapat merugikan tanaman. Misalnya, karena ulahnya, banyak daun yang robek termakan serangga atau menjadi kuning dan layu. Ini dapat dipastikan dengan memeriksa... [ More ..]
Jalan-jalan ke mall, di akhir minggu? Sudah biasa. Coba sesuatu yang baru yuk! Sesuatu yang lebih alami dan menyenangkan. Wisata alam sekaligus belanja tanaman.
Berkebun bisa menjadi salah satu kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama dengan keluarga. Jika tak memiliki kebun yang cukup besar, di rumah, coba kunjungi nursery yang menyediakan fasilitas rekreasi juga. Salah satunya, yang pernah saya kunjungi beberapa minggu lalu, kuntum Nursery namanya.
Lokasinya tak jauh dari Jakarta, tepatnya di kawasan wisata Tajur, Bogor. Kalau biasanya kita ke Tajur untuk membeli kerajinan tas, sepatu, atau dompet, sekarang sempatkan mampir ke Kuntum Nursery.
Area seluas kurang lebih tiga hektar ini, penuh dengan tanaman. Berbagai jenis tanaman hias, tanaman buah, sayur-sayuran orga... [ More ..]
Awal perkenalanku dengan Guano terjadi saat membaca sebuah buku berkebun terbitan luar negeri beberapa tahun lalu. Setelah akrab dengan rekan-rekan dari berbagai nurseri dan tanaman hias, kata Guano kerap kali terdengar dan bahkan sekarang telah ada di pasar pupuk dalam negeri. Lalu apakah Guano itu?
Berdasarkan sejarahnya, Guano lebih dulu dikenal di Peru sekitar tahun 1850-1880 sebagai barang perdagangan yang utama. Sedangkan kata Guano berasal dari bahasa Spanyol 'wanu' yang artinya kotoran (feces dan urine) dari jenis burung laut (contohnya Larus argentatus), kelelawar (contohnya Phyllonycteris aphylla) dan anjing laut. Sekarang, produk guano lebih didominasi dari kotoran burung laut dan kelelawar saja.
Sumber hewan lainnya yang kini mulai dirambah oleh para peternak ad... [ More ..]