Kamis, 30 Juni 2011

Berharap Perubahan pada Arsitektur Kota yang Manusiawi

oleh: Indra Zaka Permana

Kota Jakarta terus tumbuh, seperti layaknya organ manusia. Arsitektur, Infrastruktur, bahkan pola pikir manusianya turut tumbuh dalam kemajemukan. Masing-masing pertumbuhan beberapa bergerak ke tujuan yang sama, dan ada pula ke tujuan lain. Sehingga seringkali pertumbuhan Jakarta membentur kepentingan-kepentingan para penggunanya. Hal ini merupakan hal yang wajar. Hal ini dirasakan langsung oleh arsitek dunia, pemenang ”Nobel-nya” arsitektur, The Pritzker Architecture Prize, Remment Lucas Koolhaas.  

Rem Koolhaas—panggilannya--  pun menganggap Jakarta sebagai ”depressive city”. Kota yang penuh ketegangan. Arsitek yang juga mendesain bangunan CCTV Headquarters di Beijing dan beberapa karya buku yang menjadi referensi arsitek ini melihat kota selayaknya harus didesain dengan melihat perilaku dan melihat potensi yang ada di dalamnya.  Beberapa hal yang selalu menjadi perhatiannya adalah peran manusia, teknologi, dan kekuatan alam yang seharusnya bisa dikembangkan menjadi kekuatan sebuah kawasan.

Desainnya selalu memperhatikan konteks dan konten sebuah kawasan. Bangunan pun menurutnya harus menjadi sebuah alat yang bisa mengatur perilaku manusia. Bangunan tak hanya hadir begitu saja, dan tidak mempedulikan sekitarnya. Pada presentasinya, Koolhaas pun menjelaskan konsep ramah pada desain  Chu Hai College Campus di Hong Kong. Kampus dibangun di area berkontur, dan Koolhaas membuat sebuah solusi desain dengan tetap berusaha mempertahankan ”kehijauan lahan” kampus. Koolhas membuat sebuah kontur buatan yang berada ”di dalam” kampus tersebut. Desain ini membuat bangunan seolah menjadi bagian utuh dari alam.

Perilaku manusia pun tak lepas dari sentuhan Koolhaas. Pada desain MRT Subway Station, Hongkong, ia dengan firma desain OMA-nya membuat sebuah pendekatan unik, yakni memadukan papan reklame, menjadi alat penjualan. Desain neonbox pada dinding-dinding stasiun, dimodifikasi menjadi alat transaksi barang otomatis. Penggabungan fungsi ini merupakan salah satu cara untuk menyikapi perilaku orang-orang di stasiun yang ingin menghemat waktu, tapi sekaligus bisa mendapatkan informasi produk secara cepat.

Rem Koolhaas  datang ke Jakarta lagi. Yak, ia pernah tinggal di Indonesia selama 4 tahun.  Kedatangannya ke Indonesia berkat undangan dari Jong Arsitek yang berkoordinasi langsung dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Rem Koolhaas, pada tanggal 20Juni 2011 lalu memberikan kuliah umum di Blitzmegaplex, Grand Indonesia.  Perjalanannya ke Jakarta adalah semata-mata ingin berbagi pengalaman pada insan arsitek Indonesia yang pada hari itu sangat antusias mendatangi area kuliah umum. Arsitek senior dan junior bersama-sama mendengarkan cerita Rem Koolhas.

Selain Rem Koolhaas, hadir juga David Gianotten, direktur dari  OMA Hongkong. OMA adalah sebuah kemitraan internasional terkemuka yang bergerak dalam bidang arsitektur, perkotaan, dan analisa budaya. OMA dipimpin oleh tujuh orang: Rem Koolhaas, Ellen van Loon, Reinier de Graaf, Shohei Shigematsu, Iyad alsaka, David Gianotten, dan Victor van der Chijs, yang bergerak dalam bidang manajemen. Hasil karya OMA dan Rem Koolhaas dan OMA telah memenangkan beberapa penghargaan internasional, diantaranya Pritzke Architecture Prize pada tahun 2000, PraemiumImperiale (Jepang) di tahun 2003, RIBA Gold Medal (UK) pada tahun 2004, Mies van der Rohe- European Union Proze for Contemporary Architecture di tahun 2005, dan Golden Lion untuk penghargaan seumur hidup pada tahun 2010 di Venice Biennale.

Setiap karya adalah bahasa. Bahasa yang berhasil diciptakan oleh Koolhaas dengan OMA-nya, adalah bahasa yang ramah lingkungan, dan menggerakkan semua orang untuk merasakan keterwakilannya di alam. Arsitek yang inspiratif, sekaligus revolusioner karena selalu membuat perubahan yang signifikan pada kawasan, ketika karyanya terbangun.

Foto: Dok. jongArsitek!

Dilihat : 319 orang
  • Rating :
  • 3/5 (172 votes)
  • Beri Komentar
  • Emoticons
      • Very Happy
      • Smile
      • Sad
      • Surprised
      • Shocked
      • Confused
      • Cool
      • Laughing
      • Mad
      • Razz
      • Embarassed
      • Crying or Very sad
      • Evil or Very Mad
      • Twisted Evil
      • Rolling Eyes
      • Wink
      • Exclamation
      • Question
      • Idea
      • Arrow