Home appliances
kini bukan lagi kebutuhan tersier, tapi sudah menjadi kebutuhan utama untuk penyeimbang dari aktivitas kita sehari-hari yang semakin menguras ruang pikir. Home appliances
juga menjadi tempat pelampiasan untuk sebagian orang mendapatkan keseimbangan jiwa, misalnya dengan mendengar lagu, menonton, atau mengubah suhu udara menjadi lebih adem.
Rumah tak hanya tempat kita mengaso, beraktivitas sendiri. Ada unsur interaktif yang kuat di dalam rumah. Ruang-ruang di rumah, tak hanya tampil dalam susunan elemen arsitektural dan interior seperti jendela, pintu, a... [ More ..]
Apa sih rumah yang nyaman itu? Rumah nyaman berarti rumah harus mewadahi kebutuhan individu (pemilik dan pengguna rumah). Kebutuhan individu itu diantaranya adalah ruang yang mewadahi hobi dan juga aktivitas multitasking
(berbeda namun dilakukan bersamaan).
Mewadahi Kebutuhan
Rumah nyaman juga berarti memenuhi kebutuhan rumah itu sendiri, seperti udara dan cahaya, yang membuat bahan bangunan tidak mudah rusak karena lembap. Kebutuhan sirkulasi udara diperlukan oleh bangunan itu sendiri, karena ada material yang harus berada dalam kondisi udara yan... [ More ..]
Kota Jakarta terus tumbuh, seperti layaknya organ manusia. Arsitektur, Infrastruktur, bahkan pola pikir manusianya turut tumbuh dalam kemajemukan. Masing-masing pertumbuhan beberapa bergerak ke tujuan yang sama, dan ada pula ke tujuan lain. Sehingga seringkali pertumbuhan Jakarta membentur kepentingan-kepentingan para penggunanya. Hal ini merupakan hal yang wajar. Hal ini dirasakan langsung oleh arsitek dunia, pemenang ”Nobel-nya” arsitektur, The Pritzker Architecture Prize, Remment Lucas Koolhaas.
Rem Koolhaas—panggilannya-- pun menganggap Jakarta sebagai ”depres... [ More ..]
Gerakan hidup sadar lingkungan, atau sering diartikan dengan green living
bukanlah sebuah tren sesaat. Hidup ramah dengan lingkungan, adalah bagian dari introspeksi diri.
Seberapa banyak kita mengenal diri kita, bisa jadi terlihat dari seberapa banyak kita mengenal lingkungan kita. “Mulailah dari hal terkecil, mengenali diri sendiri, mulai dari apa saja kebutuhan kita, apakah benar kita membutuhkan teknologi foto voltaic
untuk rumah jika memang masih mahal?,” ujar Ary Indra, arsitek lulusan Universitas Brawijaya ini sesaat setelah kuliah umum Rem Koolhaas, di Blitzmegaplex, Grand Indonesia, beberapa waktu lalu .
Green living
itu seringkali meloncat terlalu jauh, “Green sekarang yang dipahami orang melewati proses itu. Seperti prematur, padahal e... [ More ..]
Salah satu masalah dalam “merumah” adalah ketidaknyamanan saat kita menempatinya. Kurangnya cahaya dan kerumitan saat membersihkan rumah menjadi penyebab utama.
Masalah muncul saat kita tidak memperhatikan hal-hal kecil di awal perencanaan. Kepedulian kita terhadap hal-hal yang terkait dengan faktor yang mempengaruhi rumah semestinya kita lakukan dari awal.
Idealnya, sebelum menjadi hunian, semestinya rumah itu melewati beberapa proses desain yang melibatkan faktor internal dan eksternal. Kedua faktor tersebut mempengaruhi sikap kita terhadap desain dan banguna... [ More ..]